1000222031-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-5c1d9858b49255709d5a2b7bc59e6368

Cahaya adalah bahasa pertama ruang ketika malam datang. Pilih sumber cahaya yang hangat dan tersebar untuk menciptakan kesan ramah—lampu meja, lilin, atau lampu gantung dengan intensitas rendah bekerja baik.

Lapisi pencahayaan: gabungkan lampu utama yang redup dengan beberapa titik cahaya lokal seperti lampu baca atau lampu sudut. Pendekatan ini memberi kedalaman dan area fokus tanpa menerangi seluruh ruangan secara terang.

Warna dinding dan tekstil turut membentuk palet emosional ruangan. Nada tanah, krem, dan warna pastel lembut cenderung memantulkan cahaya hangat dengan cara yang menenangkan, sementara aksen warna kaya dapat menjadi titik perhatian visual.

Permainan tekstur—selimut rajut, bantal beludru, permadani lembut—menambah dimensi pada palet warna. Bahan-bahan alami seperti kayu dan rotan memberi kehangatan visual dan sentuhan yang akrab.

Praktik sederhana seperti menukar tirai berat dengan kain yang lebih ringan atau menambahkan dimmer pada lampu memberi fleksibilitas. Dengan sedikit eksperimen, kombinasi cahaya dan warna akan menemukan suara sendiri untuk setiap ruang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *